Jumat, 06 November 2009

Ku Benci


Kekerasan bagiQ adalah musuh

Karena aq dilahirkan oleh kedamaian

Dibesarkan oleh kasih sayang

Hingga aq tumbuh jadi penyayang

Perang…..

Aq benci

Balas dendam, pembunuhan

Aq benci….

Aq lahir disambut oleh mentari

Nyanyian burung

Semilir angin yang syahdu

Sebuah Penantian dan Harapan


rumput itu sudah tak hijau lagi

karena hujan tak kunjung datang

keringkerontang rerumputan

karma sangsurya slalu memandikannya

pupus sudah tanda-tanda kehidupan

hanya tersisa setitik harapan

hujan……

hujan tak kunjung datang

apakah ia tau kehadirannya dinantikan?

Qtatap langit

Iia tetap ceria

Sangsuryapun tersenyum girang

Awan pun ikut tertawa

Tiada tanda langit akan menangis

Hujan tak kunjung datang

Saat keringkerontang rerumputan diakhir penentian

Solok, 1 nov 06

Hatimu dan HatiQ



Hatimu sekeras baja

Hatiq selembut salju

Hatimu teguh dan tak mudah digoyahkan

seperti karang di lautan

hatiq mudah tersentuh oleh penderiataan

mudah luluh seperti es yang mencair

hatimu dan hatiQ berbeda sekali

kau punya hati

aq punya hati

hatimu sanggup mendinding penderitaan

hidup dengan ketegaran

hatiQ hanya menangis dikala duka melanda

hatimu dan hatiQ

sangat berbeda

Padang,28 okt 06

Kerinduan di Ujung Perpisahan



Qhembuskan nafas kerinduan

Qtitip pada sang bayu

Sampaikan pada kekasihQ

Namun……….

Semilir angin pagi ini menusuk qalbuQ

Dinginya begitu asing

Menggetarkan dawai sukmaQ

Qtiup nafas kerinduan

Qtitip pada sang bayu

Tiba-tiba hujan perpisahan

Membasahi dirimu yang terbujur kaku

rinduQ jadi asing

karna kau telah tiada

saat aq menghela nafas kerinduan

Padang, 27 okt 05

Diam

diamQ Ankara…….
diamQ kecewa…….
diamQ duka……..
diamQ penuh Tanya
diamQ do’a
diamQ ada cita-cita
diamQ bahagia
Pdg-Pariaman, 29 sept 05

Hampa

Tak pernah kurasakan

Bahagia…………

Sedih

Duka……..

Suka cita……..

Semua itu tiada apa-apa

Kehidupan ini begitu hampa

Tiada rasa

Karna hati ini telah tiada

Sejak aq terlahir ke dunia

Padang-Prm, 29 sept 05

Para pejuang

Sabarmu tiada batas

Pemikiranmu luas

Pantang menyerah

Walau tubuh mu berlumur darah

Kau masih sanggup berteriak keadilan

Walau kau tahu

Entah kapan keadilan ituakan datang

Hingga Qt benar-benar merasa

Tenang…………

Padang-Pariaman, 29 sept 05